Sabtu, 08 Oktober 2011

Penyesalan Riko



Di Sebuah desa yang damai nan tentram hiduplah  seorang anak bernama riko, riko adalah anak yang baik. sejak berumur 4 tahun dia tinggal bersama kakek dan neneknya, karena kedua orang tuanya pergi merantau ke kota riko pun bersekolah di desa itu, kedua orang tuanya adalah pedagang kecil di kota . waktu terasa cepat berlalu setelah riko berumur 10 tahun dia pun teringat kedua orang tuanya karena pada saat itu riko iri kepada teman-temannya.
 Dalam hati dia berkata “mereka mengambil rapot dengan orang tua, sedangkan aku dengan kakek” sedih sekali rasanya, dia pun berkata kepada kakeknya.
“kek mengapa ayah dan ibu jarang sekali pulang kedesa ?”. Tanya riko kepada kakeknya.“mereka sedang berkerja disana ko, untuk masa depan kamu nanti” jawab kakek sambil tersenyum kepadanya.
“tapi kapann mereka pulang kek ?. Aku ingin bertemu dengan kedua orang tua ku kek! “. Tanya riko kembali.
“mungkin bulan depan mereka kesini ko, jadi bersabarlah”. Jawab kakek riko .
 Sebulan kemudian, pada siang hari setelah pulang sekolah riko melihat kedua orang asing yang sedang mengobrol dengan kakek dan nenek. Dan ternyata kedua orang tersebut adalah orang tua riko, lalu riko berlari ke arah orangtua nyaa.
”ibuuuuu ayahhhh”. Teriak riko dari arah pintu. Riko langsung memeluk erat kedua orang tuanya. “ibu ayah aku rindu kalian,mengapa ibu baru datang kemari ?”
“iyaa nak maafkan ayah karena telah meninggalkan mu selama ini, ayah dan ibu sibuk kerja disana nak, untuk dapat membiayai sekolah mu dan masa depan mu di waktu yang akan datang nak”. Jawab ayah, dan  mata ayah riko pun berkaca-kaca.
“ayah, aku ingin sekolah disana dan tinggal bersama ayah dan ibu, apakah boleh yah ? “
Ayah dan ibu pun bingung ketika riko bertanya seperti itu, ayah pun berbisik kepada ibu. Setelah itu ayah pun menjawab pertanyaan riko.
“iyaa nak tentu saja kau boleh sekolah disana dan tinggal bersama nak”.
Mendengar perkataan ayah rikopun melompat-lompat kegirangan . dia  bersiap-siap pergi untuk ikut dengan orang tuanya ke kota. Setelah sampai disana riko pun sekolah disana.
 Dia tumbuh dewasa disana bersama orang tuanya yang asalnya pedagang kecil menjadi pedagang besar. Riko pun mulai dewasa dan akhirnya dia masuk ke perguruan tinggi disana. Tetapi ketika orang tuanya sukses dia berubah menjadi anak yang sombong. Dia sering menghina teman-temannya yang tidak mampu, dia tergolong anak yang boros. Pada suatu hari dia ingin membayar uang kuliahnya. “pak minta uang buat bayaran  kuliah “ . kata riko terhadap ayahnya. “berapa nak tanya ayah  riko?”
“ 1 juta pak”. Riko menjawab
“ini bawa atm bapak aja, ntar klo udah selesai kembaliin ya nak?”.
“iya yah tenang ajaa”. Jawab riko tersenyum pada ayahnya.
Keesokan harinya riko pun membayar uang kuliahnya, tetapi setelah membayar uang kuliah dia di ajak teman-temannya untuk menghabiskan uang atm milik ayahnya tersebut, rikopun membeli barang-barang yang tidak berguna, dalam waktu 3 hari uang atm ayahnya pun habis tak tersisa, setelah habis riko mengembalikan atm milik ayahnya, yang tanpa tidak di ketahui ayahnya uang atm tersebut telah habis. Keesokan harinya ayah pun pergi kesuatu toko untuk membeli perlengkapan rumah, setelah membeli ayah pun membayar perlengkapan rumah menggunakan atm.
“maaf pak atm anda tidak ada isinya”. Tanya kasir toko tersebut kepada ayah
“gak mungkin, mbak”. Jawab ayah
“tapi atmnya tidak ada isinya pak, klo bapak ga percaya coba cek sendiri aja pak”. 
Ayahpun mengecek isi atm, dan ternyata benar uang di dalam atmnya habis, lalu ayah pun tidak jadi untuk membeli peralatan rumah yang berada di toko tersebut. Lalu ayah pulang kerumah dengan rasa kesal kepada Riko , setelah ayah sampai di rumah, ayah langsung memanggil riko untuk mempertanyakan soal uang atmnya tersebut.
“riko mengapa atm ayah habis ? “ teriak ayah kepada riko
Riko pun hanya bisa terdiam tanpa kata-kata.
Keesokan harinya setelah kejadian tersebut riko jadi malas kuliah karena kejadian kemarin. Kini dia hanya diam di kamar sendiri dan menyendiri.
Hari demi haripun berlalu tetapi riko masih saja selalu menyendiri di kamar, minggu demi minggu pun berlalu dia tetap menyendiri di kamar dan hanya ingin makan saja dia keluar kamar.
Ibu riko pun mulai cemas karena anak semata wayangnya kini berubah menjadi anak yang seperti itu.
Ibu selau memikirkan kuliah riko yang terhenti di tengah jalan karena hal yang sepele.
Karena ibu riko memikirkan riko, ibu pun jatuh sakit dan di rawat di rumah sakit, ternyata ibu riko terkena penyakit kangker otak, setelah seminggu di rawat ibu riko pun meninggal dunia. Setelah mengetahui ibunya meninggal riko pun pingsan dan tidak menyangka ibu nya telah tiada, seminggu setelah ibunya pergi ayah riko pergi meninggalkan riko entah kemana. Sekarang riko tinggal sendiri, dan dia meyesal atas apa yang dia lakukan selama ini terhadap kedua orang tuanya, yang dengan penuh kasih sayang mengurus dia sampai sekarang, tetapi riko menghianati pengorbanan kedua orang tua nya, riko pun kini hanya bisa menangisi apa yang dia lakukan selama ini terhadap kedua orang tuanya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar