Kamis, 27 Oktober 2011

AKEN SI OLEGUN


Di sebuah sudut kota di kota kembang tinggal seorang pria lugu yang gila dan kegokilannya melewati batas maximum. Angga Kenata Surya. Cowo yang hobi menggunakan jam tangan ini sekarang duduk di kelas 11 di suatu SMA negeri favorit di Bandung. Dengan styleannya yang sok sok kota tapi tetep norak, dia tetap pede alias percaya diri dengan penampilannya itu di sekolah. Dia merasa bagaikan raja di sekolah dengan ketampanan dan penampilan yang bijaksana tapi itu cuman impian dan motivasi Aken, panggilan cowo kelewat pede ini. di sekolah tetap saja dia berpenampilan bak kacung anak-anak SMA di sana. Dengan kepedean dan rasa pemalunya yang menjadi malu-maluin, Aken sering dijadikan bual-bualan hiburan oleh teman-temannya. Dia begitu mudah dibodohi dan dia seorang anak yang penurut sampai-sampai semua perintah konyol temannya ia turuti dan lakukan. Setiap ada aken, semua murid di kelas 11B tidak pernah cemberut. Pasti saja ada bahan tertawaan dari sang gokilers di kelas mereka ini. banyak kegokilan yang sering aken lakukan. Jika semua itu di ceritakan mungkin ini tak jadi sebuah Cerpen tapi bakalan jadi sebuah novel yang tema nya ngaler ngidul nyeritain si aken ini.

            Di ceritakan di suatu hari yang tampak terlihat cerah karena pantulan sinar dari jidat Joni Saputra yang luasnya sampai 2m dan bisa dijadikan arena ice skateing karena kelicinannya. Aken sang gokilers sedang asik kumpul bersama sahabat-sahabat karibnya disebuah kantin es kelapa muda yang menjadi minuman favorit anak cupu dan gila ini. percakapan dimulai oleh pria yang slalu menggunakan kacamata hitam yang menganggap dirinya seperti Ian Kasela ini. namanya ga jauh katro dari yang lain Solihin rohmat. Nama yang diberkahi oleh orangtua nya ini sengaja ia ubah di akun facebooknya menjadi solihin kasela. Karena begitu ngefansnya solihin pada Ian kasela di band raja
            “ken, jon, gimana penampilan gw hari ini? nambah mirip ian kasela kan? Sebelum ke sekolah kan gw harus keliatan gaya biar keliatan orang kotanyaa..”
            “tanya aja nih sama jidat gw” celetuk si jonnong yang memiliki jidat lebar 2m itu
            “jidat lu ga bisa boong jon. Dia begitu terpesona liat penampilan gw ini” dengan PEDE yang tak tertahankan lagi, solihin menjawab candaan joni
            “buset, noh liat gara-gara omongan lu itu. poon-poon jadi kering, rumput-rumput berhenti bergoyang, burung-burung pun berhenti berkicau, sampe-sampe pangeran aken muntah-muntah dengernya” aken yang lebih gila lagi menjawab celotehan teman-temannya yang sama tingkat kegilaannya dengan aken.
            “lu pangeran jangkrik ken. Ngomong-ngomong jam berapa ini? kita langsung caw ke sekolah aja nyok.. tugas bahasa inggris gw belum nih. Mana pa ridwan yang ngajar. Gw takut di makan kalo belum ngerjain tugas-tugasnya”
            “ok ok . kita langsung caw dengan pesawat puing 757 yang mengalami kerusakan berat hingga menjadi tiga motor butut kita ini” jawaban jonnong untuk si fans gila ian kasela
            “banyak omong lu!” sambil keisengannya aken mendorong joni dengan tenaga dalam sedalam samudera dan lautan lalu di sertai dengan dendam kusumat dalam hatinya.

            Tiba di sekolah, angin berhembus menerpa helaian rambut aken, jonnong, dan solihin kasela yang bagaikan di sinetron-sinetron. Mereka melangkahkan kaki perlahan-perlahan yang tiba-tiba menjadi cepat seperti atlet lari karena mendengar bunyi bel tanda masuk kelas. Mereka lari terbirit-birit menuju ruang kelas mereka. Jonnong yang kelasnya dekat dengan gerbang terselamatkan dari ibu sri yang buawelnya lebih dari ikan bawal. Si kasela juga udah masuk ke ruangan lab computer yang ruangannya ga jauh dari kelas si jonnong. Dan yang kena sial hari ini adalah si aken. Ruangan kelas 11B yang ada di lantai 2 membuat dia harus lebih ekstra lari dengan hati-hati di tangga sekolah. Sampai di depan ruang kelas. Sudah terdengar suara ibu susi guru matematika yang ndut dan unyu-unyu tapi liar sedang menjelaskan angka-angka di pelajaran matematika yang paling aken benci. Aken bingung harus memberikan alasan apa. Dengan begonya aken masuk dengan tangis-tangis seolah dalam keadaan duka.
            “assalammualaikum ibu, maaf saya telat” sambil menangis terisak-isak
            “kenapa kamu angga? Kenapa terlambat dan mengapa kamu menangis?” dengan wajah yang tetap saja unyu-unyu tapi sangar
            “maaf ibu tadi saya ngubur kucing saya dulu. Dia meninggal ibu. Aeuukkkhh aeuuukkhh .. saya sedih sekali ibu, mengapa begitu cepat dia meninggalkan sayaaaaa” sambil memeluk ibu susi tangis aken semakin menjadi-jadi. Teman-teman di kelas hanya bisa menahan tawa karena setiap telat pasti itu alasan si aken.
            “oh iya silahkan kamu duduk angga. Kita ulang pelajaran lagi dari awal”

            Aken tertawa licik dalam hatinya dan dia begitu mengagumi ibu susi dengan memujinya dalam hatinya “ibu susi begoo sekualliiii. Hahahaha”. Refal yang menjadi teman sebangkunya hanya mengkomen dengan menahan tawanya.
            “gila lu ! ga ada alasan lain apa.? Tapi keren, akting lu tambah jago. Kenapa ga jadi tukang baso aja lu”
            “gua ga mau sombong ah. Jadi orang biasa aja meskipun gw punya talenta yang lebih bagus dari artis-artis indonesia” tetap dengan pede nya yang sudah stadium akhir itu aken menjawab pujian dari Refal.
            Bel tanda jam istirahat sudah berbunyi. Aken dengan semangat 45 nya keluar kelas dan menuju ruangan kelas sahabat-sahabatnya. Mereka bertiga menuju tempat favorit mereka yaitu Kantin. Tempat ini membuat mereka betah di sekolah dan saat di kantin mereka merasa ada di surga dunia yang indah penuh dengan kenikmatan dan hutang-hutang yang tidak pernah mereka bayar pada ibu-ibu kantin di sekolah. Setiap mereka bertiga ada di kantin semua pemilik kantin pasti was was kemalingan oleh trio amit-amit ini. mereka bak tuyul-tuyul yang sedang beraksi. Mengambil tanpa diketahui oleh pemilik kantin. Disaat kantin sedang penuh dan banyak murid yang membeli makanan. Tangan mereka selalu menyeludup di deretan banyak murid itu. mengambil, kenyang tanpa membayar. Itu prinsip mereka. Tak ada murid lain yang bisa mengalahkan kegilaan mereka.
            Setelah jam istirahat selesai. Mereka kembali ke alamnya masing-masing. Aken masuk ke ruangan kelas dengan hati yang riang tiba-tiba aken melihat siti yang sedang menangis di kursi belakang. Aken menghampiri siti dan bertanya ada apa dengannya. Siti hanya menangis dan tidak menjawab pertanyaan dari aken. Akhirnya aken berpikir memutar otak-otaknya hingga matang. Mata aken tertuju pada sebuah sapu yang tidak berdaya di sudut kelas. Aken mengambil sapu itu kemudian di depan kelas dia berpidato seperti presiden kanak-kanak yang bego.
            “selamat siang kawan-kawan 11B yang saya cintai. Kali ini saya akan menyanyikan sebuah lagu yang dikhususkan untuk Siti Khadijah Kenata yang kelak menjadi istri saya..”
            “Amiiinnnnnnnnnnnnnnn” sorak siswa 11 b di dalam kelas
            Siti tidak tertunduk dan menangis lagi. Siti melihat tingkah si aken yang menyanyikan lagu st12 di depan kelas dengan penuh ekspresi.
            “jangan menangis sayaaannggg .. ini hanyalah cobaan Tuhan . Hadapi semua dengan senyuman syalalalalala”
            Siti tertawa melihat tingkah laku Aken dan Aken menghampiri siti lalu saat itu menjadi kesempatan si angga kenata surya itu. sejak lama dia menaksir siti dan saat itu dia menyatakan cinta pada siti dengan gaya yang sangat norak. Tapi cara itu sukses membuat aken dan siti menjadi pasangan. Kegilaan aken tetap berlanjut meskipun memiliki kekasih. Siti tidak pernah malu memiliki pasangan seperti aken justru siti merasa senang akan kegilaan aken yang membuat mereka berdua memiliki hubungan kini.
            Beberapa tahun kemudian setelah aken lulus dari sma dan telah menyandang gelar sarjana. Aken menikahi Siti Khadijah kekasihnya sejak SMA. Mereka menjadi keluarga bahagia. Joni Saputra masih menjalankan kuliah dan dia sudah memiliki kekasih yang tertarik oleh kesexyan jidat joni. Dan solihin kasela kini sedang menjalankan pemotretan. Dia terkenal sebagai parodi dari ian kasela. Namanya memuncak saat dia sedang bernyanyi di jalan dengan gaya sok ian kasela lalu ada produser yang melihat dan menarik solihin untuk ikut dengan mereka. Artis. Mungkin solihin kini memiliki status itu. tahun 2011 mereka datang ke acara reuni di SMA dan membawa pasangan masing-masing bahkan ada yang membawa anak-anaknya yang cukup banyak. Saat acara itu para alumni dibagikan kaos dan buku-buku yang berisi kenangan di SMA. Saat itu Farel anak dari Angga dan Siti membuka buku-buku itu dan melihat foto saat ayahnya sedang dihukum berlari dengan menggunakan boxer penuh gambar love sana sini. Begitu narsis ayahnya dengan gaya nya bagaikan artis hollywod. Di halaman berikutnya ada foto ayahnya dengan 2 kawannya. Jonnong dan solihin kasela. Di halaman itu di ceritakan bagaimana badung dan gilanya mereka saat di sekolah. farel hanya tertawa-tawa membaca semua itu. dia baru tau nama panggilan ayahnya adalah AKEN yang diambil dari singkatan namanya yaitu Angga KENata. Lalu di halaman selanjutnya, ada foto ibu dan ayahnya yang menjadi pasangan terfavorit di SMA waktu dulu. Di bawah itu ada nama SITI KHADIJAH dan AKEN OLEGUN. Farel bingung dengan nama yang ada di belakang nama panggilan ayahnya itu.
            “ayah .. ini ada foto ayah sama ibu. Olegun itu apa ?” dengan polos farel bertanya pada aken
            “hehe olegun itu nugelo nak . coba baca dari belakang. Itu julukan ayah sama om joni dan om solihin dulu. Waktu SMA, ayah itu selalu bertingkah aneh-aneh. Tapi ayah ga pernah lakuin hal-hal yang di luar batas kewajaran untuk pelajar. Ayah senang melihat teman-teman di sekitar ayah termasuk ibu mu ini yang kegaet sama ayah gara-gara kegilaan ayah dulu. Nanti kamu boleh lakuin hal yang kamu mau selama itu masih di dalam batas wajar dan positif. Tetap jadi diri kamu sendiri ya nak. Ayah dan ibu selalu dukung yang terbaik buat kamu”
            Beberapa tahun kemudian saat farel SMA ternyata Farel menjadi anak yang gila seperti ayahnya tapi pintar seperti ibunya. Kesenangan itu bisa kita dapat saat menjadi diri sendiri. Suatu hal akan indah, saat kita menyukainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar