Di sebuah sudut kota di kota kembang
tinggal seorang pria lugu yang gila dan kegokilannya melewati batas maximum.
Angga Kenata Surya. Cowo yang hobi menggunakan jam tangan ini sekarang duduk di
kelas 11 di suatu SMA negeri favorit di Bandung. Dengan styleannya yang sok sok
kota tapi tetep norak, dia tetap pede alias percaya diri dengan penampilannya
itu di sekolah. Dia merasa bagaikan raja di sekolah dengan ketampanan dan
penampilan yang bijaksana tapi itu cuman impian dan motivasi Aken, panggilan
cowo kelewat pede ini. di sekolah tetap saja dia berpenampilan bak kacung
anak-anak SMA di sana. Dengan kepedean dan rasa pemalunya yang menjadi
malu-maluin, Aken sering dijadikan bual-bualan hiburan oleh teman-temannya. Dia
begitu mudah dibodohi dan dia seorang anak yang penurut sampai-sampai semua
perintah konyol temannya ia turuti dan lakukan. Setiap ada aken, semua murid di
kelas 11B tidak pernah cemberut. Pasti saja ada bahan tertawaan dari sang
gokilers di kelas mereka ini. banyak kegokilan yang sering aken lakukan. Jika
semua itu di ceritakan mungkin ini tak jadi sebuah Cerpen tapi bakalan jadi
sebuah novel yang tema nya ngaler ngidul nyeritain si aken ini.
Di
ceritakan di suatu hari yang tampak terlihat cerah karena pantulan sinar dari
jidat Joni Saputra yang luasnya sampai 2m dan bisa dijadikan arena ice skateing
karena kelicinannya. Aken sang gokilers sedang asik kumpul bersama
sahabat-sahabat karibnya disebuah kantin es kelapa muda yang menjadi minuman
favorit anak cupu dan gila ini. percakapan dimulai oleh pria yang slalu
menggunakan kacamata hitam yang menganggap dirinya seperti Ian Kasela ini.
namanya ga jauh katro dari yang lain Solihin rohmat. Nama yang diberkahi oleh
orangtua nya ini sengaja ia ubah di akun facebooknya menjadi solihin kasela.
Karena begitu ngefansnya solihin pada Ian kasela di band raja
“ken,
jon, gimana penampilan gw hari ini? nambah mirip ian kasela kan? Sebelum ke
sekolah kan gw harus keliatan gaya biar keliatan orang kotanyaa..”
“tanya
aja nih sama jidat gw” celetuk si jonnong yang memiliki jidat lebar 2m itu
“jidat
lu ga bisa boong jon. Dia begitu terpesona liat penampilan gw ini” dengan PEDE
yang tak tertahankan lagi, solihin menjawab candaan joni
“buset,
noh liat gara-gara omongan lu itu. poon-poon jadi kering, rumput-rumput
berhenti bergoyang, burung-burung pun berhenti berkicau, sampe-sampe pangeran
aken muntah-muntah dengernya” aken yang lebih gila lagi menjawab celotehan
teman-temannya yang sama tingkat kegilaannya dengan aken.
“lu
pangeran jangkrik ken. Ngomong-ngomong jam berapa ini? kita langsung caw ke
sekolah aja nyok.. tugas bahasa inggris gw belum nih. Mana pa ridwan yang
ngajar. Gw takut di makan kalo belum ngerjain tugas-tugasnya”
“ok ok
. kita langsung caw dengan pesawat puing 757 yang mengalami kerusakan berat
hingga menjadi tiga motor butut kita ini” jawaban jonnong untuk si fans gila
ian kasela
“banyak
omong lu!” sambil keisengannya aken mendorong joni dengan tenaga dalam sedalam
samudera dan lautan lalu di sertai dengan dendam kusumat dalam hatinya.
Tiba
di sekolah, angin berhembus menerpa helaian rambut aken, jonnong, dan solihin
kasela yang bagaikan di sinetron-sinetron. Mereka melangkahkan kaki
perlahan-perlahan yang tiba-tiba menjadi cepat seperti atlet lari karena
mendengar bunyi bel tanda masuk kelas. Mereka lari terbirit-birit menuju ruang
kelas mereka. Jonnong yang kelasnya dekat dengan gerbang terselamatkan dari ibu
sri yang buawelnya lebih dari ikan bawal. Si kasela juga udah masuk ke ruangan
lab computer yang ruangannya ga jauh dari kelas si jonnong. Dan yang kena sial
hari ini adalah si aken. Ruangan kelas 11B yang ada di lantai 2 membuat dia
harus lebih ekstra lari dengan hati-hati di tangga sekolah. Sampai di depan
ruang kelas. Sudah terdengar suara ibu susi guru matematika yang ndut dan
unyu-unyu tapi liar sedang menjelaskan angka-angka di pelajaran matematika yang
paling aken benci. Aken bingung harus memberikan alasan apa. Dengan begonya
aken masuk dengan tangis-tangis seolah dalam keadaan duka.
“assalammualaikum
ibu, maaf saya telat” sambil menangis terisak-isak
“kenapa
kamu angga? Kenapa terlambat dan mengapa kamu menangis?” dengan wajah yang
tetap saja unyu-unyu tapi sangar
“maaf
ibu tadi saya ngubur kucing saya dulu. Dia meninggal ibu. Aeuukkkhh aeuuukkhh
.. saya sedih sekali ibu, mengapa begitu cepat dia meninggalkan sayaaaaa”
sambil memeluk ibu susi tangis aken semakin menjadi-jadi. Teman-teman di kelas
hanya bisa menahan tawa karena setiap telat pasti itu alasan si aken.
“oh
iya silahkan kamu duduk angga. Kita ulang pelajaran lagi dari awal”
Aken
tertawa licik dalam hatinya dan dia begitu mengagumi ibu susi dengan memujinya
dalam hatinya “ibu susi begoo sekualliiii. Hahahaha”. Refal yang menjadi teman
sebangkunya hanya mengkomen dengan menahan tawanya.
“gila
lu ! ga ada alasan lain apa.? Tapi keren, akting lu tambah jago. Kenapa ga jadi
tukang baso aja lu”
“gua
ga mau sombong ah. Jadi orang biasa aja meskipun gw punya talenta yang lebih
bagus dari artis-artis indonesia” tetap dengan pede nya yang sudah stadium akhir
itu aken menjawab pujian dari Refal.
Bel
tanda jam istirahat sudah berbunyi. Aken dengan semangat 45 nya keluar kelas
dan menuju ruangan kelas sahabat-sahabatnya. Mereka bertiga menuju tempat
favorit mereka yaitu Kantin. Tempat ini membuat mereka betah di sekolah dan
saat di kantin mereka merasa ada di surga dunia yang indah penuh dengan
kenikmatan dan hutang-hutang yang tidak pernah mereka bayar pada ibu-ibu kantin
di sekolah. Setiap mereka bertiga ada di kantin semua pemilik kantin pasti was
was kemalingan oleh trio amit-amit ini. mereka bak tuyul-tuyul yang sedang
beraksi. Mengambil tanpa diketahui oleh pemilik kantin. Disaat kantin sedang
penuh dan banyak murid yang membeli makanan. Tangan mereka selalu menyeludup di
deretan banyak murid itu. mengambil, kenyang tanpa membayar. Itu prinsip
mereka. Tak ada murid lain yang bisa mengalahkan kegilaan mereka.
Setelah
jam istirahat selesai. Mereka kembali ke alamnya masing-masing. Aken masuk ke
ruangan kelas dengan hati yang riang tiba-tiba aken melihat siti yang sedang
menangis di kursi belakang. Aken menghampiri siti dan bertanya ada apa
dengannya. Siti hanya menangis dan tidak menjawab pertanyaan dari aken.
Akhirnya aken berpikir memutar otak-otaknya hingga matang. Mata aken tertuju
pada sebuah sapu yang tidak berdaya di sudut kelas. Aken mengambil sapu itu
kemudian di depan kelas dia berpidato seperti presiden kanak-kanak yang bego.
“selamat
siang kawan-kawan 11B yang saya cintai. Kali ini saya akan menyanyikan sebuah
lagu yang dikhususkan untuk Siti Khadijah Kenata yang kelak menjadi istri
saya..”
“Amiiinnnnnnnnnnnnnnn”
sorak siswa 11 b di dalam kelas
Siti
tidak tertunduk dan menangis lagi. Siti melihat tingkah si aken yang
menyanyikan lagu st12 di depan kelas dengan penuh ekspresi.
“jangan
menangis sayaaannggg .. ini hanyalah cobaan Tuhan . Hadapi semua dengan
senyuman syalalalalala”
Siti
tertawa melihat tingkah laku Aken dan Aken menghampiri siti lalu saat itu
menjadi kesempatan si angga kenata surya itu. sejak lama dia menaksir siti dan
saat itu dia menyatakan cinta pada siti dengan gaya yang sangat norak. Tapi
cara itu sukses membuat aken dan siti menjadi pasangan. Kegilaan aken tetap
berlanjut meskipun memiliki kekasih. Siti tidak pernah malu memiliki pasangan
seperti aken justru siti merasa senang akan kegilaan aken yang membuat mereka
berdua memiliki hubungan kini.
Beberapa
tahun kemudian setelah aken lulus dari sma dan telah menyandang gelar sarjana.
Aken menikahi Siti Khadijah kekasihnya sejak SMA. Mereka menjadi keluarga
bahagia. Joni Saputra masih menjalankan kuliah dan dia sudah memiliki kekasih
yang tertarik oleh kesexyan jidat joni. Dan solihin kasela kini sedang
menjalankan pemotretan. Dia terkenal sebagai parodi dari ian kasela. Namanya
memuncak saat dia sedang bernyanyi di jalan dengan gaya sok ian kasela lalu ada
produser yang melihat dan menarik solihin untuk ikut dengan mereka. Artis.
Mungkin solihin kini memiliki status itu. tahun 2011 mereka datang ke acara
reuni di SMA dan membawa pasangan masing-masing bahkan ada yang membawa anak-anaknya
yang cukup banyak. Saat acara itu para alumni dibagikan kaos dan buku-buku yang
berisi kenangan di SMA. Saat itu Farel anak dari Angga dan Siti membuka
buku-buku itu dan melihat foto saat ayahnya sedang dihukum berlari dengan menggunakan
boxer penuh gambar love sana sini. Begitu narsis ayahnya dengan gaya nya
bagaikan artis hollywod. Di halaman berikutnya ada foto ayahnya dengan 2
kawannya. Jonnong dan solihin kasela. Di halaman itu di ceritakan bagaimana
badung dan gilanya mereka saat di sekolah. farel hanya tertawa-tawa membaca
semua itu. dia baru tau nama panggilan ayahnya adalah AKEN yang diambil dari
singkatan namanya yaitu Angga KENata. Lalu di halaman selanjutnya, ada foto ibu
dan ayahnya yang menjadi pasangan terfavorit di SMA waktu dulu. Di bawah itu
ada nama SITI KHADIJAH dan AKEN OLEGUN. Farel bingung dengan nama yang ada di
belakang nama panggilan ayahnya itu.
“ayah
.. ini ada foto ayah sama ibu. Olegun itu apa ?” dengan polos farel bertanya
pada aken
“hehe
olegun itu nugelo nak . coba baca dari belakang. Itu julukan ayah sama om joni
dan om solihin dulu. Waktu SMA, ayah itu selalu bertingkah aneh-aneh. Tapi ayah
ga pernah lakuin hal-hal yang di luar batas kewajaran untuk pelajar. Ayah
senang melihat teman-teman di sekitar ayah termasuk ibu mu ini yang kegaet sama
ayah gara-gara kegilaan ayah dulu. Nanti kamu boleh lakuin hal yang kamu mau
selama itu masih di dalam batas wajar dan positif. Tetap jadi diri kamu sendiri
ya nak. Ayah dan ibu selalu dukung yang terbaik buat kamu”
Beberapa
tahun kemudian saat farel SMA ternyata Farel menjadi anak yang gila seperti
ayahnya tapi pintar seperti ibunya. Kesenangan itu bisa kita dapat saat menjadi
diri sendiri. Suatu hal akan indah, saat kita menyukainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar