hembusan angin yang disertai dengan kicauan burung
yang silih berganti seakan saling bersaut-sautan memanggil nama nya yang kini
sedang aku pikirkan dan selalu aku rindukan. Entah apa yang terjadi pada
diriku. Tetapi sambaran petir hapuskan lamunanku, dia mengingatkanku bahwa
orang yang kau rindukan telah ada yang miliki, hatinya bukan lagi untukmu, yang
dia pikirkan bukan lagi dirimu. Tertunduk dan menetes air mata yang menunjukan
kepedihan hati ini. aku hanyalah wanita lemah yang tak bisa menahan rasa pedih
di hati saat melihat seseorang yang aku cinta berdampingan dengan seorang
wanita yang bukanlah diriku. Mengapa tuhan takdirkan ku untuk berpisah
dengannya tapi tuhan tak takdirkan ku untuk bisa melupakan dirinya. Lelaki
tampan bertubuh tinggi, dengan gaya rambut yang rapih dan menunjukkan
kegagahannya,dia yang aku rindukkan, Rangga. Remuk hati ini saat ku mengucapkan
nama indah yang dulu pernah terukir dalam hati ini dan sekarang tlah hilang dan
pergi. Sampai kapan aku akan terus terpuruk di dalam rasa sakit hati dan juga
putus asa dalam cinta. Lelaki tak hanya satu, tapi mengapa aku hanya mencintai
satu lelaki dan yang telah dimiliki oleh wanita lain. Kursi taman dan juga
rumput yang bergoyang menjadi saksi rasa sakit ini. akankah dia kembali?
Kapankan dia mengisi hati ini lagi? Pertanyaan yang terus-terus menyerang diri
ini.
tak lama saat
ku sedang melepaskan rasa pedih yang kurasa, terdengar alunan suara pria yang
tak asing di telinga ini. dengan rasa gugup dan juga penasaran aku menolehkan
kepala ini menuju sumber suara seseorang yang ku damba. Ternyata benar, dia
rangga , dia pria yang ku tangisi saat ini. tapi, di belakangku dia sedang
tertawa-tawa bahagia dengan seorang wanita yang dia genggam erat tangannya
seolah tak mau bidadari hatinya itu pergi jauh dari dirinya. Aku tak bisa
berkata, aku hanya bisa meneteskan air mata hati ini. disaat ku menangis,
terdengar suara indah itu mendekatiku. Terasa telapak tangan yang memberatkan
di pundakku
“Hey dis, sedang apa kamu disini” tanyanya dengan
ramah
Dengan
cepat aku menghapus air mata yang ada di pipiku
“eh kamu rangga. Aku .. aku lagi nyari
inspirasi aja disini buat novel yang baru aku buat. Kamu sendiri lagi apa
disini? Lagi ngedate yahhh.. ?” dengan sedikit candaan yang menyakitkan ku
menjawab pertanyaannya
“oh gitu, sendiri aja dis? Hehe kamu
tau aja dis .. iya niih aku lagi ngajak pacar aku jalan-jalan. Kenalin namanya
desi. sayang ini temenku namanya gadis”
“iya nggha aku sendiri aja disini.
Ciye ciye . jdi ngiri nih. Oh iyah hey aku gadis. Salam kenal yah ..”
“udah pada kenal kan? Bagus deh kalo
udah kenal mudah-mudahan jadi akrabh yah. Eh iya diis , aku duluan yah soalnya
aku mau keliling-kelling duulu di taman ini. awas jangan ngelamun terus ah
nanti kesambet. Hehe bye diis”
“oh iya ok nggha. Ah bisa aja kamu. Ok
bye juga”
Bagaikan terbang kelangit saat ku bisa
melakukan percakapan kembali dengan seorang rangga satria yang dulu adalah
orang istimewa dalam hidupku. Tuhan.. mengapa Engkau berikan waktu yang hanya
sekejap untukku bertemu dengannya dan memberikan waktu yang tak tau berapa
lamanya untukku melupakannya. Aku hanya bisa berharap, semoga Kau berikanku
kesempatan kembali untuk bertemu dengannya.
Mentari tlah terbangun dari tidurmya
dan tersenyum untuk seluruh manusia, ayam berkokok menandakan hari tlah pagi
dan saatnya untuk terbangun. Dengan mata setengah terbuka aku melihat sinar
matahari yang masuk dan menyorot langsung ke dalam mataku. Terdengar ketukan
pintu dari luar. Jam masih menunjukan pukul 07 pagi. Dalam hatiku bertanya, siapa
yang mau bertamu pagi buta begini. Dengan nyawa yang belum penuh , aku jalan
dengan sempoyongan, aku mendekati pintu rumah ku.
“iya sebentaaarr” teriakkanku dari
kamar
Setelah ku tlah berdiri di depan pintu
putih yang bercorakkan gambar-gambar berwarna gold aku membuka pintu itu.
jantungku seakan dicabut dan paru-paruku seakan mengecil, ternyata tamunya
adalah Dessiii... ada apa dia datang ke rumahku. Mungkinkah dia tau bahwa aku
selalu memikirkan kekasihnya? Jantungku berdeguph sangatlah kencang.
“eh desi, ayo masuk masuk. Maaf yah
berantakan, maklum baru bangun.hehe ada apa ni?”
“oh iya gak apa-apa ko dis. Maaf yah
aku datang ke rumah kamu pagi pagi begini. Aku tau alamat rumah kamu dari
rangga. Sebenarnya aku mau minta tolong sama kamu dis.”
“minta tolong apa des? Aku bakalan
bantu ko selagi aku bisa, bilang aja des , mau minta tolong apa?”
“gini dis...”
Desi menceritakan masalahnya. Dan
ternyata dia ingin aku mendekati rangga lagi supaya rangga jatuh cinta lagi
kepadaku karena desi tidak bisa berhubungan lebih jauh dengan rangga karena dia
akan dijodohkan dengan lelaki yang dia lebih cinta. Aku tak mengerti mengapa
ada wanita yang tega meninggalkan lelaki tampan, perhatian serta pengertian
seperti rangga sedangkan aku malah mengharapkan dia. Karena aku ingin menolong
desi, akhirnya aku mau menerima suruhan desi itu. meskipun ku tau, pasti rangga
akan merasakan sakit hati yang kurasa karena harus melihat wanita yang dia
cinta menikah dengan pria lain.
Esok harinya desi merencanakan semua
cara agar ku bisa bertemu dengan rangga. Sebulan aku pendekatan kembali dengan
rangga dan sepertinya rangga mulai sayang dan suka kembali padaku. Aku tak tau
harus bagaimana kalau rangga tau kebohongan aku dan desi selama ini. tapi aku
tak mau rangga akhirnya akan ditinggal begitu saja oleh desi. Karena hari demi
hari telah mendekati tanggal pernikahan desi. Desi memutuskan untuk bertemu
dengan rangga dan dia menunjukkan sikap jelekh seorang wanita yang membuat
rangga ilfiiel padanya dan akhirnya rangga mengakhiri hubungan mereka.
Handphone ku bergetar karena ada satu
pesan masuk untukku ternyata itu desi, dia mengucapkan terimakasih padaku
karena dia telah putus dengan rangga. Hari itu adalah tanggal 22 juli 2011 dan
desi akan menikah dengan prabu lelaki yang dijodohkan dengannya tanggal 25 juli
2011. Aku memiliki waktu 3 hari untuk bisa menghilangkan bayangan desi di
pikiran rangga. Setelah selesai membaca sms dari desi. Ada seseorang yang
mengetuk pintu rumahku. Dengan langkah perlahan dan aku melihat lewat jendela
ternyata orang di balik ppintu rumah ku adalah
rangga. Dengan sedikit merapihkan penampilanku aku membuka pintu rumah
dan tersenyum manis menymbut rangga.
“hey rangga, ada apa niih . tumben
datang ke rumah”
“ini dis, kmu lagi sibuk ga? Aku mau
cerita nih sma kamu”
“oh engga ko. Ayo masuk dulu nggha”
Sekitar 30 menit dia menceritakan
kejadian tadi saat bertemu dengan desi di sebuah cafe tempat biasa mereka
bertemu. Dan dia aneh dengan sikap desi tadi, dia jadi gampang emosi, manja,
matre, dan sikap-sikap jelek lainnya yang ga biasanya desi lakukan. Akhirnya
rangga memutuskan hubungan mereka. Aku hanya bisa mencoba menenangkan ranga,
dan memberikan saran agar dia tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan putus
asa begitu saja. Setelah rangga merasa tenang, dia berpamitan untuk pulang dan
berterimakasih padaku karena telah mendengarkan kekesalannya dan juga
memberikan saran yang terbaik untuknya. 2 hari berlalu sepertinya rangga mulai
pulih dan kembali seperti semula. Tepat tanggal 24 rangga mengirimkan pesan
melalui handphone. Isi pesan tersebut begini.
“dis, aku dapet undangan dari desi.
Besok dia mau nikah. Ternyata 2 bulan ini dia cuman jadiin aku pelampiasan. Aku
ga tau mau gimana. Aku emosi banget diis”
Aku bingung harus bagaimana untuk bisa
menjelaskan dan menenangkan rangga. Akhirnya aku memutuskan untuk datang ke
rumahnya. Satu jam perjalanan akhirnya aku sampai di rumah megah rangga. Dengan
hati yang gelisah aku menekan bell rumahnya. Pintu itu di buka oleh ibunya
rangga.
“eh gadiss.. mau cari rangga yah?”
“iya tante, rangganya ada di rumah
ga?”
“ada dis, coba masuk aja ke kamarnya
dari pagi dia ga mau keluar dari kamar”
“oh iya tante, makasih..”
Dengan ragu aku membuka pintu kamar
rangga. Dan aku melihat pemandangan yang sangat buruk yag aku takuti. Kamar
rangga begitu berantakan karena keberontakan dia, aku melihat rangga ada di
pojok kamarnya tanpa menggunakan kaus dan memegang sebuah pecahan kaca. Aku
dengan spontan berteriak menghentikan rangga.
“rangaaaaaa .... ! jangan !”
Aku berlari dan melepaskan pecahan
kaca di tangan rangga dan menangis di depan rangga.
“rangga.. kamu ga usah lakuin hal yang
buruk kaya gini. Kamu udah kekubur sama rasa emosi kamu. Aku sayang sama kamu
rangga , aku ga mau kamu ninggalin aku untuk kedua kalinya nggha . aku sayang
sama kamu” dengan terbanjiri air mata aku terus mencurahkan isi hatiku.
Rangga langsung memeluk erat tubuhku
“maafin aku diis, aku udah sakitin
kamu dulu. Aku udah khianatin kamu. Mungkin sekarang aku dapetin karma karena
udah nyakitin kamu. Tapi di saat aku putus asa kamu masih teteph ada buat aku.
Makasiieh diis . aku juga sayang sama kamu. Aku ga mau ninggalin kamu diis.”
Rangga melepaskan pelukannya dan
mengecup bibirku. Dia berjanji tidak akan meninggalkan dan khianati aku lagi.
Dan dia akan selalu terbuka kepadaku di saat dia ada masalah. Aku dan rangga
akhirnya merajut cinta kembali dari awal dan menjadikan kejadian dlu sebagai
pelajaran. Janganlah kalian mengkhianati seseorang yang menyayangi kalian
karena kelak kalian akan dikhianati oleh seseorang yang kalian sayangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar