Senin, 10 Oktober 2011

Lorong Cinta


            Reina berjalan setapak demi setapak di sebuah lorong yang miliki banyak kenangan cintanya bersama pria pujaannya. Tersenyum melihat setiap sudut yang ada di lorong itu. tawa canda mereka lalui bersama disini. Setiap saat Rizki menantinya di lorong cinta ini. mereka merajut cinta di sepanjang jalan lorong. lorong ini saksi cinta mereka berdua.
            Reina masih teringat cerita dari awal dia mengenal rizki hingga saat ini mereka memiliki hubungan cinta.
            Di malam sunyi itu hanya terdengar suara alunan angin kencang yang berhembus menerpa dedaunan yang saling bergesekan. Malam itu telah larut sekali tapi reina masih terjaga di depan sebuah latop yang baru saja dia dapatkan dari kedua orang tuanya. Online facebook. Pekerjaan reina setiap malam setelah dia memasang sebuah koneksi internet di laptop yang tak ingin dia lepas setiap malam. ‘dingdong’ terdengar suara yang memberitahukan ada sebuah pesan online yang masuk ke dalam facebooknya. Rizki Eka Riandi. Pria yang mengirimkan pesan pada reani malam itu. Sebelumnya reina belum pernah mengenal pria ini. dia melihat pesan masuk darinya
            “hey, boleh minta tolong ga?” dengan sebuah emotion senyum yang menunjukan bujukan untuk reina
            “emm.. minta tolong apa?” jawabnya dengan ketus
            “tolong cariin tugas bahasa sunda aku dong. Cariin warta sunda”
            “loh? Itu kan tugas kamu. Kerjain sendiri aja. Tinggal cari di google ko ribet”
            “ayolah aku kan minta tolong. Ntar kirimin link nya yah..”
            Karena disaat itu reina tidak sedang mengerjakan tugas apapun maka dia  membantu pria yang mengirimkan pesan itu untuk mencari tugasnya. setelah reina mendapat berita dalam bahasa sunda yang dia cari di google.reina kirimkan linknya pada lelaki yang sebenarnya belum dia kenal waktu itu.  tapi bukannya berterima kasih, pria itu hanya membalas pesan online reina seperti ini
            “ih bukan yang kaya gitu. Udah ko udah ada. Ga usah”
            Dari pertama dia mengirimkan pesan online, dia membuat kesan yang menyebalkan. Reina penasaran dengan pri itu lalu membuka facebook milik pria itu, melihat semua info yang dicantumkan dan melihat foto-fotonya. Reina mengenal pria ini. dia tau wajah ini dan sering melihatnya tapi dia tidak tau siapa nama sebenarnya. Tapi reina tidak terlalu memikirkan pria yang membuatnya kesla malam itu.
            Libur setelah ulangan. Reina mendapatkan waktu selama 2 minggu setelah ulangan semester di SMA nya. Dia pergi menuju rumah pamannya yang ada di karawang. Dia berlibur disana. Berkumpul bersama paman dan bibinya. Menikmati cuaca panas disana dengan berdiam diri di rumah dan menonton televisi meskipun acara-acaranya cukup membosankan juga. Handphone. Hal terpenting yang pertama dari laptop yang tak ingin Reina lepas dari genggaman tangannya. Di saat pukul 12 siang minggu itu, ada seorang teman pria reina yang mengirimkan sebuah sms kepada reina. Dengan kebiasaannya bermalas-malasan sembari bersantai di sebuah karpet hangat berwarna hijau favorit bibinya, Reina membuka pesan yang ternyata dia dapatkan dari Rio.
            “rein.. ada yang minta nomer lu tuh?”
            “siapa? Terus mau ngapain lagi?”
            “namanya Rizki. Ya mau kenal doang sama lu. Kasih aja ya nomernya?”
            “iya deh kasih aja. Asal dia jangan ganggu gua dengan hal-hal ga jelas”
            “iya baweell :p “

            Sekilas percakapan lewat sms antara reina dan Rio. Tak beberapa lama setelah rio mengirimkan sms pada reina. Ada nomer baru yang tidak ada dalam kontak reina yang mengirimkan sms pada reina siang itu. setelah reina membalas sms itu ternyata itu Rizki, teman Rio yang ingin mengenal reina. Mereka saling mengobrol meskipun lewat sebuah sms. Reina dan rizki awalnya membicarakan tentang sekolah mereka masing-masing lalu berlanjut ke sebuah hobi dan mereka ternyata mudah untuk akrab dan merasa nyaman satu sama lain. Karena reina sangat menyukai buah melon. Rizki sering memanggil reina dalam sms dengan panggilan “Ratu Melon” dan karena itu Reina sering menjulukki rizki dengan panggilan “Jin Melon”. Sejak saat itu reina merasa nyaman mengobrol dengan rizki meskipun hanya lewat sms saja. Sepertinya Rizki pun mulai menyukai Reina karena Rizki memiliki rencana setelah Reina pulang dari rumah pamannya. Rizki akan mengajaknya pergi ke sebuah toko buku yang sering dikunjunginya, karena Reina sedang hobi membaca novel-novel yang romantis dan tentang perjalanan hidup. Tetapi sayangnya, saat itu Reina juga sedang dekat dengan seorang pria teman satu sekolahnya. Reina pun lebih dulu menerima cinta pria itu dibanding Rizki. Tapi karena tak ingin membuat rizki kecewa, Reina menerima ajakan Rizki untuk pergi ke toko buku nanti.
            Beberapa hari Reina berlibur di rumah pamannya. Akhirnya Reina pulang ke Bandung dan dia tak sabar ingin bertemu dengan Jin Melonnya itu. dua hari Reina istirahat di bandung. Lalu Rizki menawarkan reina untuk pergi bersamannya siang itu. karena Reina sedang tidak ada kesibukan dan kebetulan dia merasa bosan di rumah, reina menerima ajakan rizki untuk pergi berdua. Rizki belum mengetahui tentang hubungan reina dengan Herdi teman satu sekolah reina saat itu, karena Reina tidak mau rizki meninggalkan dia hanya karena dia sudah memiliki kekasih. Siang itu cukup panas, reina sudah siap dengan pakaian dan styleannya yang sangat biasa aja dan super anehnya.  Rizki mengirimkan sms pada reina bahwa dia sudah ada di lorong dekat rumah reina. Reina bergegas kesana dan melihat sesosok pria menggunakan motor matic dan jaket serta sepatu yang terlihat mencolok harganya. Setelah reina berada di depan lelaki itu. lelaki yang dia pandang dari jauh adalah rizki. Dia menyapa reina dengan sapaan yang tak ada satupun orang yang tau.
            “hey ratu melon. Ini aku disini.”
            “oh kamu rizki. Udah lama?”
            “engga ko , ga lama-lama banget. Ayo berangkat. Nanti tambah panas loh”
            Reina memandang dan menatap benar-benar pria yang selama dua minggu ini dia kenal. Dia memandang wajah pria itu dan mengingat-ingat kembali saat di perjalanan. Ternyata dia Rizki Eka Riandi. Pria yang mengesalkan reina waktu itu. Reina ingin memarahi dan memakinya saat itu. tapi mungkin karena dulu Rizki belum mengenal reina maka dia bersikap seperti itu. hari itu Reina menemani Rizki membeli novel dan menemaninya jalan-jalan berkeliling toko buku. Setelah rizki memilih buku-buku yang akan di belinya dan menuju kasir. Di saat itu Rizki memegang tangan Reina membuat pipi reina memerah dan reina tau pasti ceritanya akan begini.
            “Reina.. aku mau ngomong”
            “ya udah ngomong aja.. ijin segala..”
            “emhh.. mau ga kamu jadi pacar aku?”
            ADUH ! reina bingung harus memberikan jawaban apa pada rizki. Karena dia tak mau membuat rizki kesal dan marah saat itu, reina hanya meng’iya’kan pertanyaan dari rizki dan membuat rizki semakin erat memegang tangan reina. Reina semakin bingung, bagaimana nanti untuk menyembunyikan semua ini? apa dia harus menyembunyikan ini semua dari Herdi ? atau dia harus jujur pada rizki tentang hubungannya dengan herdi? Reina hanya bisa berdo’a agar tuhan berikan dia bantuan dan jalan terbaik untuknya, herdi dan rizki. Reina mencoba tersenyum dan tak memperlihatkan bingung dan cemas di raut wajahnya di depan rizki. Setelah hari mulai sore, reina mengajak rizki untuk mengantarkannya pulang. Sepanjang perjalanan Rizki tak mau melepas tangan Reina mekipun dia sedang mengendarai motor. Reina semakin merasa kebingungan. Dia tak mau merusak kebahagiaan Rizki saat itu. setelah reina sampai di rumah reina mengirimkan sms pada rizki dan menjelaskan kejadian sebenarnya dan Reina jujur kepada Rizki. Saat itu Rizki kecewa kepada Reina dan Rizki menjauh dari Reina. Beberapa bulan Rizki tidak menghubungi Reina lagi.
            Pada suatu hari di saat Reina jalan-jalan bersama temannya ke sebuah perumahan villa dekat rumahnya, Reina melihat Rizki dengan wanita di belakangnya yang begitu mesra dengannya. Saat melihat Rizki dengan wanita lain, Reina merasa cemburu dan sakit hati pada saat itu. Reina tak terima, lelaki yang dulu menyayanginya dan menjulukinya dengan Ratu melon itu ada di pelukan wanita lain. Reina menyesal telah menolak cinta dari rizki. Setelah kejadian itu, reina memikirkan terus rizki yang dulu sangat memperhatikannya. Reina rindu. Reina memberanikan untuk mengirimkan sms pada Rizki tentang penyesalannya. Sering reina mengirimkan puisi-puisi sendu yang menunjukkan rasa sakit hatinya saat melihat rizki dengan wanita lain tapi rizki hanya membalas dengan ketus dan secukupnya saja. Lama kelamaan sifat rizki mulai berubah pada reina. Rizki sering menceritakan soal dia dengan wanita yang sering reina lihat. Mereka kembali akrab dan bahkan lebih dari akrab. Dari mulai panggilan mereka sampai segala halnya menunjukkan seolah mereka berpacaran. Saat itu reina merasa nyaman dan sering tertawa saat bersama Rizki dibandingkan dengan pacarnya sekarang. Karena saat itu reina memiliki masalah dengan pacarnya akhirnya Reina memutuskan hubungan dengan herdi. Rizki pun memutuskan kekasihnya. Tetapi saat itu mereka tidak langsung jadian. Reina masih menanti Rizki untuk menyatakan cintanya.
            Bulan ramadhan tiba. Di suatu hari di bulan ramadhan, reina merasa bosan dan memutuskan untuk meminjam novel-novel milik Rizki. Dan sekaligus ingin bertemu juga dengan Rizki. Mereka sering bertemu tapi bukan di rumah reina ataupun rizki melainkan mereka selalu bertemu di sebuah lorong dekat rumah reina. Lorong itu kini jadi tempat langganan untuk reina dan rizki bertemu. Mereka sering mengobrol dan bertatap muka di lorong itu. meskipun banyak orang lain yang lewat lorong itu, tapi mereka merasa lorong itu hanya milik mereka berdua. Reina masih menantikan Rizki untuk menyatakan cinta padanya lagi karena saat itu reina diberikan hubungan yang tak jelas statusnya. Reina sering mengirimkan puisi ataupun membuat status di jejaring sosial facebook agar Rizki tau bagaimana perasaannya. Di suatu malam,  Rizki mengirimkan sms pada Reina
            “Reiin.. bisa ga sekarang kita ketemu di lorong. Ada yang mau aku omongin sama kamu.”
            Reina kaget dan penasaran dengan pesan yang diberikan oleh Rizki dan reina menemui Rizki malam itu. ternyata Rizki menyatakan cinta pada Reina. Pada malam yang indah di lorong itu mereka menjadi sepasang kekasih.
            Beberapa minggu mereka menjalin hubungan, mereka masih menjadikan lorong itu sebagai tempat bertemu dan lorong itu menjadi saksi perjalanan cinta mereka. Sering kali rizki dan reina beradu kata di tempat itu. suka duka mereka lalui di lorong itu. Bertahun-tahun berlalu , hubungan Reina dan Rizki masih terjalin. Mereka begitu mesra dan bahkan kedua orangtua mereka sudah saling mengenal. Bahkan beberapa bulan lagi mereka akan menikah dan reina meminta untuk menjadikan lorong dekat rumahnya itu menjadi tempat untuk foto pernikahannya nanti. Lorong itu kini dihias sedemikian rupa dan di perbaiki. Lorong cinta. Saksi perjalanan cinta antara Rizki dan Reina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar