Reina
berjalan setapak demi setapak di sebuah lorong yang miliki banyak kenangan
cintanya bersama pria pujaannya. Tersenyum melihat setiap sudut yang ada di
lorong itu. tawa canda mereka lalui bersama disini. Setiap saat Rizki
menantinya di lorong cinta ini. mereka merajut cinta di sepanjang jalan lorong.
lorong ini saksi cinta mereka berdua.
Reina masih teringat cerita dari
awal dia mengenal rizki hingga saat ini mereka memiliki hubungan cinta.
Di malam sunyi itu hanya terdengar
suara alunan angin kencang yang berhembus menerpa dedaunan yang saling
bergesekan. Malam itu telah larut sekali tapi reina masih terjaga di depan
sebuah latop yang baru saja dia dapatkan dari kedua orang tuanya. Online
facebook. Pekerjaan reina setiap malam setelah dia memasang sebuah koneksi
internet di laptop yang tak ingin dia lepas setiap malam. ‘dingdong’ terdengar
suara yang memberitahukan ada sebuah pesan online yang masuk ke dalam
facebooknya. Rizki Eka Riandi. Pria yang mengirimkan pesan pada reani malam itu.
Sebelumnya reina belum pernah mengenal pria ini. dia melihat pesan masuk
darinya
“hey, boleh minta tolong ga?” dengan
sebuah emotion senyum yang menunjukan bujukan untuk reina
“emm.. minta tolong apa?” jawabnya
dengan ketus
“tolong cariin tugas bahasa sunda
aku dong. Cariin warta sunda”
“loh? Itu kan tugas kamu. Kerjain
sendiri aja. Tinggal cari di google ko ribet”
“ayolah aku kan minta tolong. Ntar
kirimin link nya yah..”
Karena disaat itu reina tidak sedang
mengerjakan tugas apapun maka dia membantu
pria yang mengirimkan pesan itu untuk mencari tugasnya. setelah reina mendapat berita
dalam bahasa sunda yang dia cari di google.reina kirimkan linknya pada lelaki
yang sebenarnya belum dia kenal waktu itu. tapi bukannya berterima kasih, pria itu hanya
membalas pesan online reina seperti ini
“ih bukan yang kaya gitu. Udah ko
udah ada. Ga usah”
Dari pertama dia mengirimkan pesan
online, dia membuat kesan yang menyebalkan. Reina penasaran dengan pri itu lalu
membuka facebook milik pria itu, melihat semua info yang dicantumkan dan
melihat foto-fotonya. Reina mengenal pria ini. dia tau wajah ini dan sering
melihatnya tapi dia tidak tau siapa nama sebenarnya. Tapi reina tidak terlalu
memikirkan pria yang membuatnya kesla malam itu.
Libur setelah ulangan. Reina mendapatkan
waktu selama 2 minggu setelah ulangan semester di SMA nya. Dia pergi menuju
rumah pamannya yang ada di karawang. Dia berlibur disana. Berkumpul bersama
paman dan bibinya. Menikmati cuaca panas disana dengan berdiam diri di rumah
dan menonton televisi meskipun acara-acaranya cukup membosankan juga. Handphone.
Hal terpenting yang pertama dari laptop yang tak ingin Reina lepas dari
genggaman tangannya. Di saat pukul 12 siang minggu itu, ada seorang teman pria
reina yang mengirimkan sebuah sms kepada reina. Dengan kebiasaannya
bermalas-malasan sembari bersantai di sebuah karpet hangat berwarna hijau
favorit bibinya, Reina membuka pesan yang ternyata dia dapatkan dari Rio.
“rein.. ada yang minta nomer lu
tuh?”
“siapa? Terus mau ngapain lagi?”
“namanya Rizki. Ya mau kenal doang
sama lu. Kasih aja ya nomernya?”
“iya deh kasih aja. Asal dia jangan
ganggu gua dengan hal-hal ga jelas”
“iya baweell :p “
Sekilas percakapan lewat sms antara
reina dan Rio. Tak beberapa lama setelah rio mengirimkan sms pada reina. Ada
nomer baru yang tidak ada dalam kontak reina yang mengirimkan sms pada reina
siang itu. setelah reina membalas sms itu ternyata itu Rizki, teman Rio yang
ingin mengenal reina. Mereka saling mengobrol meskipun lewat sebuah sms. Reina
dan rizki awalnya membicarakan tentang sekolah mereka masing-masing lalu
berlanjut ke sebuah hobi dan mereka ternyata mudah untuk akrab dan merasa
nyaman satu sama lain. Karena reina sangat menyukai buah melon. Rizki sering
memanggil reina dalam sms dengan panggilan “Ratu Melon” dan karena itu Reina sering
menjulukki rizki dengan panggilan “Jin Melon”. Sejak saat itu reina merasa
nyaman mengobrol dengan rizki meskipun hanya lewat sms saja. Sepertinya Rizki
pun mulai menyukai Reina karena Rizki memiliki rencana setelah Reina pulang
dari rumah pamannya. Rizki akan mengajaknya pergi ke sebuah toko buku yang
sering dikunjunginya, karena Reina sedang hobi membaca novel-novel yang
romantis dan tentang perjalanan hidup. Tetapi sayangnya, saat itu Reina juga
sedang dekat dengan seorang pria teman satu sekolahnya. Reina pun lebih dulu
menerima cinta pria itu dibanding Rizki. Tapi karena tak ingin membuat rizki
kecewa, Reina menerima ajakan Rizki untuk pergi ke toko buku nanti.
Beberapa hari Reina berlibur di
rumah pamannya. Akhirnya Reina pulang ke Bandung dan dia tak sabar ingin
bertemu dengan Jin Melonnya itu. dua hari Reina istirahat di bandung. Lalu
Rizki menawarkan reina untuk pergi bersamannya siang itu. karena Reina sedang
tidak ada kesibukan dan kebetulan dia merasa bosan di rumah, reina menerima
ajakan rizki untuk pergi berdua. Rizki belum mengetahui tentang hubungan reina
dengan Herdi teman satu sekolah reina saat itu, karena Reina tidak mau rizki
meninggalkan dia hanya karena dia sudah memiliki kekasih. Siang itu cukup panas,
reina sudah siap dengan pakaian dan styleannya yang sangat biasa aja dan super
anehnya. Rizki mengirimkan sms pada
reina bahwa dia sudah ada di lorong dekat rumah reina. Reina bergegas kesana
dan melihat sesosok pria menggunakan motor matic dan jaket serta sepatu yang
terlihat mencolok harganya. Setelah reina berada di depan lelaki itu. lelaki
yang dia pandang dari jauh adalah rizki. Dia menyapa reina dengan sapaan yang
tak ada satupun orang yang tau.
“hey ratu melon. Ini aku disini.”
“oh kamu rizki. Udah lama?”
“engga ko , ga lama-lama banget. Ayo
berangkat. Nanti tambah panas loh”
Reina memandang dan menatap
benar-benar pria yang selama dua minggu ini dia kenal. Dia memandang wajah pria
itu dan mengingat-ingat kembali saat di perjalanan. Ternyata dia Rizki Eka
Riandi. Pria yang mengesalkan reina waktu itu. Reina ingin memarahi dan
memakinya saat itu. tapi mungkin karena dulu Rizki belum mengenal reina maka
dia bersikap seperti itu. hari itu Reina menemani Rizki membeli novel dan
menemaninya jalan-jalan berkeliling toko buku. Setelah rizki memilih buku-buku
yang akan di belinya dan menuju kasir. Di saat itu Rizki memegang tangan Reina
membuat pipi reina memerah dan reina tau pasti ceritanya akan begini.
“Reina.. aku mau ngomong”
“ya udah ngomong aja.. ijin
segala..”
“emhh.. mau ga kamu jadi pacar aku?”
ADUH ! reina bingung harus
memberikan jawaban apa pada rizki. Karena dia tak mau membuat rizki kesal dan
marah saat itu, reina hanya meng’iya’kan pertanyaan dari rizki dan membuat
rizki semakin erat memegang tangan reina. Reina semakin bingung, bagaimana
nanti untuk menyembunyikan semua ini? apa dia harus menyembunyikan ini semua
dari Herdi ? atau dia harus jujur pada rizki tentang hubungannya dengan herdi?
Reina hanya bisa berdo’a agar tuhan berikan dia bantuan dan jalan terbaik
untuknya, herdi dan rizki. Reina mencoba tersenyum dan tak memperlihatkan
bingung dan cemas di raut wajahnya di depan rizki. Setelah hari mulai sore,
reina mengajak rizki untuk mengantarkannya pulang. Sepanjang perjalanan Rizki
tak mau melepas tangan Reina mekipun dia sedang mengendarai motor. Reina
semakin merasa kebingungan. Dia tak mau merusak kebahagiaan Rizki saat itu.
setelah reina sampai di rumah reina mengirimkan sms pada rizki dan menjelaskan
kejadian sebenarnya dan Reina jujur kepada Rizki. Saat itu Rizki kecewa kepada
Reina dan Rizki menjauh dari Reina. Beberapa bulan Rizki tidak menghubungi
Reina lagi.
Pada suatu hari di saat Reina
jalan-jalan bersama temannya ke sebuah perumahan villa dekat rumahnya, Reina
melihat Rizki dengan wanita di belakangnya yang begitu mesra dengannya. Saat
melihat Rizki dengan wanita lain, Reina merasa cemburu dan sakit hati pada saat
itu. Reina tak terima, lelaki yang dulu menyayanginya dan menjulukinya dengan
Ratu melon itu ada di pelukan wanita lain. Reina menyesal telah menolak cinta
dari rizki. Setelah kejadian itu, reina memikirkan terus rizki yang dulu sangat
memperhatikannya. Reina rindu. Reina memberanikan untuk mengirimkan sms pada
Rizki tentang penyesalannya. Sering reina mengirimkan puisi-puisi sendu yang
menunjukkan rasa sakit hatinya saat melihat rizki dengan wanita lain tapi rizki
hanya membalas dengan ketus dan secukupnya saja. Lama kelamaan sifat rizki
mulai berubah pada reina. Rizki sering menceritakan soal dia dengan wanita yang
sering reina lihat. Mereka kembali akrab dan bahkan lebih dari akrab. Dari
mulai panggilan mereka sampai segala halnya menunjukkan seolah mereka
berpacaran. Saat itu reina merasa nyaman dan sering tertawa saat bersama Rizki
dibandingkan dengan pacarnya sekarang. Karena saat itu reina memiliki masalah
dengan pacarnya akhirnya Reina memutuskan hubungan dengan herdi. Rizki pun
memutuskan kekasihnya. Tetapi saat itu mereka tidak langsung jadian. Reina
masih menanti Rizki untuk menyatakan cintanya.
Bulan ramadhan tiba. Di suatu hari
di bulan ramadhan, reina merasa bosan dan memutuskan untuk meminjam novel-novel
milik Rizki. Dan sekaligus ingin bertemu juga dengan Rizki. Mereka sering
bertemu tapi bukan di rumah reina ataupun rizki melainkan mereka selalu bertemu
di sebuah lorong dekat rumah reina. Lorong itu kini jadi tempat langganan untuk
reina dan rizki bertemu. Mereka sering mengobrol dan bertatap muka di lorong
itu. meskipun banyak orang lain yang lewat lorong itu, tapi mereka merasa
lorong itu hanya milik mereka berdua. Reina masih menantikan Rizki untuk
menyatakan cinta padanya lagi karena saat itu reina diberikan hubungan yang tak
jelas statusnya. Reina sering mengirimkan puisi ataupun membuat status di
jejaring sosial facebook agar Rizki tau bagaimana perasaannya. Di suatu
malam, Rizki mengirimkan sms pada Reina
“Reiin.. bisa ga sekarang kita
ketemu di lorong. Ada yang mau aku omongin sama kamu.”
Reina kaget dan penasaran dengan
pesan yang diberikan oleh Rizki dan reina menemui Rizki malam itu. ternyata
Rizki menyatakan cinta pada Reina. Pada malam yang indah di lorong itu mereka
menjadi sepasang kekasih.
Beberapa minggu mereka menjalin
hubungan, mereka masih menjadikan lorong itu sebagai tempat bertemu dan lorong
itu menjadi saksi perjalanan cinta mereka. Sering kali rizki dan reina beradu
kata di tempat itu. suka duka mereka lalui di lorong itu. Bertahun-tahun
berlalu , hubungan Reina dan Rizki masih terjalin. Mereka begitu mesra dan
bahkan kedua orangtua mereka sudah saling mengenal. Bahkan beberapa bulan lagi
mereka akan menikah dan reina meminta untuk menjadikan lorong dekat rumahnya
itu menjadi tempat untuk foto pernikahannya nanti. Lorong itu kini dihias
sedemikian rupa dan di perbaiki. Lorong cinta. Saksi perjalanan cinta antara
Rizki dan Reina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar